PEMIKIRAN SYED MUHAMMAD NAQUID AL- ATTAS TENTANG PENDIDIKAN (Tujuan, Pendidik Peserta didik, Kurikulum, Metode, Evaluasi)

 PEMIKIRAN SYED MUHAMMAD NAQUID AL- ATTAS TENTANG PENDIDIKAN

(Tujuan,  Pendidik Peserta didik, Kurikulum,  Metode, Evaluasi)

A.    Pendidikan

Menurut Syed Muhammad Naquib al-Attas, pendidikan merupakan pengenalan dan pengakuan, yang secara berangsur-angsur ditanamkan di dalam diri manusia, mengenai tempat-tempat yang tepat dari segala sesuatu ke dalam tatanan penciptaan sedemikian rupa sehinggamembimbing ke arah pengenalan dan pengakuan akan kedudukan Tuhan yang tepat dalam tatanan wujud dan kepribadian.

B.     Peserta didik

Peserta didik menurut Al-attas hendaklah tidak tergesa-gesa dalam menuntut ilmu, menyiapkan waktu untuk mencari seorang pendidik terbaik pada bidang keilmuan yang hendak dipelajari, hal ini senada dengan pendapat Al gazali (Nanu, 2021). Menurut Al-attas peserta didik bebas untuk menentukan dengan siapa dan dimana ia belajar untuk menggali ilmu pengetahuan, namun tetap memperhatikan kualitas seorang pendidik atau lembaga yang akan mengantarkan untuk mencapai tujuan agar tidak lepas dari hakikat utama pembelajaran yakni mencapai derajat individu yang beriImu dan beradab. Peserta didik wajib mengembangkan adab yang sempurna dalam ilmu pengetahuan, karena ilmu pengetahuan tidak bisa di ajarkan pada siapapun tanpa adab.

C.    Tujuan

Menurut al-Aṭṭas, pada prinsipnya pendidikan itu bertujuan untuk melahirkan manusia yang baik, manusia adab atau Insan kamil yang beriman dan takwa kepada Allah Swt., sebagai Khaliq sang penciptanya. Mampu mengembangkan segenap potensi yang diberikan dengan beasaskan nilai yang luhur yakni ketauhidan kepada Allah sehingga pada prosesnya dapat mengarahkan dirinya kepada ketaatan dan kapatuhan kepada Tuhannya

D.    Kurikulum

Pembahasan Naquib Al-Attas mengenai kurikulum  pendidikan berangkat dari  pandangan bahwa manusia bersifat  dualistik atau memiliki dua unsur  yaitu jasmani dan ruhani, maka  ilmu juga dibagi kedalam dua  kategori, yaitu: Pertama. Ilmu pemberian Allah (melalui wahyu), dan Kedua, ilmu pencapaian yang di peroleh melalui usaha pengamatan, pengalaman, riset  manusi. Naquib Al-Attas  mengatakan dua ilmu tersebut adalah: fardu ‘ain (ilmu agama) yang terdiri dari Qur’an, sunnah, syari’at, teologi, metafisika islam, dan ilmu bahasa. Sedangkan fardu kifayahnya adalah ilmu sosial, ilmu kemanusiaan, ilmu terapan, ilmu teknologi, sejarah daan sebagainya. Aspek ilmu inti (fardu ‘ain) di jadikan sebagai nilai dasar bagi pengembangan aspekselanjutnya. Jika aspek keilmuan di kembangkan berlandaskan aspek ilmu inti, maka ilmu pengetahuan disini akan menjadi media dalam memahami Tuhan dalam bentuk kelakuan ketundukan pada peraturan Tuhan.

E.     Metode

Dalam memecahakan problematika yang ada pada pendidikan islam, ada beberapa  Metode yang dapat di gunakan, yaitu sebagaimana berikut:  

1)      Metode Spekulatif dan Kontemplatif dalam filsafat islam di sebut dengan tafakkur, yaitu berfikir secara mendalam untuk mendapatkan kebenaran tentang hakikat sesuatu yang difikirkan.

2)      Pendekatan normatif (syar’iyah), yaitu mencari dan menetapkan aturan dalam kehidupan nyata, dengan menetapkan apa yang boleh dan yang tidak menurut syari’at islam.

3)      Pendekatan historis, yaitu mengambil pelajaran dari peristiwa masa lalu.

4)      Pendekatan komprehensif dan keterpaduan antara sumber naqliah, aqliah, dan imaniah, yaitu kebenaran yang di yakini bahwa kebenaran itu adalah kebenaran yang tidak mendatangkan keraguan.

F.     Evaluasi

Menurut Syed Muhammad naquid al-Attas bahwa evaluasi pendidikan dapat diukur dengan melihad adab dari peserta didik maupun pendidik dengan merujuk pada konsep pemikirannya yang mengungkapkan bahwa tujuan akhir dari pendidikan adalah melahirkan manusia yang beradab (insan adab) atau manusia yang baik (good man).

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

HAKIKAT PENDIDIKAN DAN HAKIKAT KURIKULUM PENDIDIKAN

Pemikiran K. H. Hasyim Al-asy’ari Tentang Pendidikan (Pendidik, Peserta Didik, Kurikulum, Tujuan Pendidik, Metode dan Evaluasi)

PEMIKIRAN PENDIDIKAN KONTEMPORER DI INDONESIA (Perguruan Tinggi: Lembaga, Tujuan, Pendidik, Peserta Didik, Kurikulum, Metode, Evaluasi)