HAKIKAT PENDIDIKAN DAN HAKIKAT KURIKULUM PENDIDIKAN
Nama: Natasya Fhonna
Nim: 202021029
Unit: 1 PAI/Semester 4
MK: Filsafat Pendidikan Islam
HAKIKAT PENDIDIKAN DAN HAKIKAT KURIKULUM PENDIDIKAN
(Pertemuan ke-6)
A.
Hakikat Peserta Didik
Defenisi peserta didik di atas esensinya adalah setiap peserta
didik yang berusaha mengembangkan potensi pada jalur pendidikan formal dan
nonformal menurut dan jenjang dan jenisnya. Terdapat banyak sebutan yang
berkaitan dengan “peserta didik” ini, sesuai dengan konteksnya. Ada hal-hal
yang esensial mengenai hakikat peserta didik yaitu sebagai berikut:
1.
Peserta
didik merupakan manusia yang memiliki diferensiasi potensi dasar kognitif atau
intelektual, afektif, dan psikomotirik;
2.
Peserta
didik merupakan manusia yang memiliki diferensiasi priodesasi perkembangan dan
pertumbuhan, meski memiliki pola yang relatif sama;
3.
Peserta
didik memiliki imajinasi, persepsi, dan dunianya sendiri, bukan sekedar
miniature orang dewasa;
4.
Peserta
didik merupakan manusia yang memiliki diferensiasi kebutuhan yang harus
dipenuhi, baik jasmani maupun rohani, meski dalam hal- hal tertentu banyak
kesamaannya;
5.
Peserta
didik merupakan manusia bertanggungjawab bagi proses belajar pribadi dan
menjadi pembelajar sejati, sesuai dengan wawasan pendidikan sepanjang hayat;
6.
Peserta
didik memiliki daya adaptabilitas di dalam kelompok sekaligus mengembangkan
dimensi individualitsnya sebagai insan yang unik;
7.
Peserta
didik memerlukan pembinaan dan pengembangan secara individual dan kelompok,
serta mengharapkan perlakuan yang manusiawi dari orang dewasa, termasuk gurunya;
8.
Peserta
didik merupakan insane yang visioner dan proaktif dalam menghadapi
lingkungannya;
9.
Pesertata
didik sejatinya berperilaku baik dan lingkungannya yang paling dominan untuk
membuatnya lebih baik lagi atau menjadi lebih buruk;
10.
Peserta
didik merupakan makhluk Tuhan yang meski memiliki aneka keunggulan.
Pandangan ini didasari atas asumsi bahwa manusia merupakan insane
yang selalu berubah, tumbuh, berkembang menjadi pribadi yang maju dan sempurna.
karena esensinya manusia merupakan suatu keadaan dan keberadaan yang
berpotensi, namun dihadapkan pada kesemestaan alam, sehingga manusia iitu
terbatas, pandangan behavioristik melihat peserta didik sebagai manusia yang
sepenuhnya adalah makhluk reaktif, dimana tingkah lakunya dikontrol oleh
factor-faktor yang bersumber atau memiliki kekuatan dari luar.
Kebutuhan
Peserta Didik yang harus dipenuhi
Peserta didik merupakan insane yang memiliki aneka kebutuhan.
Kebutuhan it terus tumbuh dan berkembang sesuai dengan sifat sebagai manusia.
Segala upaya pendidikan dan perilaku pendewsaan harus terfokus pada pemenuhan
kebutuha peserta didik tersebut. Amerika Serikat (1995) mengidentifikasi
kebutuhan-kebutuhan peserta didik dilihat dari dimensi pengembangannya, yaitu
seperti berikut ini:
1.
Kebuthan
intelektual, dimana pesrta didik memiliki rasa ingin tahu, tertmotivasi untuk
mencapai prestasi saat ditantang dan mampu berpikir untuk memecahkan
masalah-masalah yang kompleks;
2.
Kebutuhan
sosial, dimana peserta didik mempunyai harapan yang kuat untuk memiliki dan
dapat diterima oleh rekan-rekan mereka sambil mencari tempatnya sendiri di
dunianya;
3.
Kebutuhan
fisik, dimana peserta didik “jatuh tempo” perkembangan pada tingkat yang
berbeda dan mengalami pertumbuhan yang cepat dan tidak beraturan;
4.
Kebutuhan
emosional dan psikologis, dimana peserta didik rentan dan sadar diri, dan
sering mengalami “mood swings” yang tidak terduga;
5.
Kebutuhan
moral, dimana peserta didik idealis dan ingin memilki kemauan kuat untuk
membuat dunia dirinya dan dunia luar dirinya menjadi empat yang lebih baik;
6.
Kebutuhan
homodivinous, di mana peserta didik mengakui dirinya sebagai makhluk yang
berketuhanan atau makhluk homoriligius alias insane yang beragama.
Sifat
atau karakteristik peserta didik
Karakteristik peserta didik adalah totalitas kemampuan dan perilaku yang ada pada pribadi mereka sebagai hasil dari interaksi antara pembawan dengan lingkungan sosialnya. Utamanya, pemahaman peserta didik bersifat individual, meski pemahaman atas karakteristik dominan mereka ketika berada di dalam kelompok juga menjadi penting. Ada empat hal dominan dari karakteristik siswa yaitu sebagai berikut:Kemampuan dasar, misalnya, kemampuan kognifif atau intelektual, afektif, dan psikomotorik;
- Latar belakang cultural lokal, status sosial, status ekonomi, agama, dan sebagainya.
- Perbedaan-perbedaan kepribadian seperti sikap, perasaan, minat dan lain-lain.
- Cita-cita, pandangan kedepan, keyakinan diri dya tahan dan lain-lain.
- Pertumbuhan dan Perkembangan peserta didik
a) Pertumbuhan
1.
Pertumbuhan
Dalam
konsep perkembangan juga terkandung pertumbuhan, pertumbuhan sendiri merupakan
sebuah istilah yang lazim digunakan dalam biologi, C.P Chaplin (2000)
mengartikan pertumbuhan sebagai satu pertambahan atau kenaikan dalam
ukuran-ukuran bagian tubuh atau dari organism sebagai suatu keseluruhan.
2.
Pertumbuhan
fisik
Pertumbuhan
fisik merupakan perubahan fisik dari kecil atau besar dan pendek menjadi
panjang. Yang prosesnya terjadi sejak lahir hingga dewasa.pertumbuhan fisik
dibagi menjai dua seperti; Pertumbuhan sebelum lahir dan Pertumbuhan sesudah
lahir.
b) Perkembangan
Perkembangan
merupakan progresif yang terjadi sebagai akibat dari proses kematangan dan
pengalaman ,perubahan dalam bentuk dan dalam integrasi dari bagian-bagian
jasmani ke dalam bagian-bagian fungsional atau kedewasaan/kemunculan pola-pola
asasi dari tingkah laku yang tidak dipelajari.
Menurut Reni Akbar Hawadi (2001) perkembangan secara luas menunjuk
pada keseluruhan proses peruubahan dari potensi yang dimiliki individu.adapun
macam-macam perkembangan yaitu:
1.
Perkembangan
intelek
Intelek
atau daya pikir seseorang berkembang ejalan dengan pertumbuhan syaraf otaknya.
Karena daya pikir otaknya atau kemampuan intelektual atau cara kemampuan
berpikir dipengaruhi oleh kematangan otaknya yang mampu menunjukkan fungsi
otaknya secara baik.
2.
Perkembangan
emosi
Emosi
atau perasaan merupakan salah satu potensi kejiwaan yang yang dimiliki oleh
manusia yang disertai oleh perubahan atau perilaku fisik.
3.
Perkembanga
social
Dalam
proses pertumbuhan dan perkembangannya, setiap individu tidak dapat berdiri
sendiri.
4.
Perkembangan
Bahasa
Fungsi
pokok bahasa adalah komunikasi atau saran pergaualan dengan sesamanya.
5.
Bakat
khusus
Bakat
adalah kemampuan khusus yang dimiliki oleh setiap individu yang memerlukan
rangsangan atau laihan agar berkembang dengan baik.
6.
Sikap,
Nilai, dan Moral
Semakin
tumbuh dan berkembang fisik dan fsikis anak itu,anak itu akan mulai
diperkenalkan terhadap nilai-nilai,ditunjukkan mana yang boleh yang harus
dilakukan dan yang dilarang.
B.
Hakikat Kurikulum Pendidikan
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) hakikat berarti intisari
atau dasar. Hakikat dari kurikulum adalah suatu proses yang meliputi berbagai
kegiatan rencana pembelajar, rencana bahan ajar, strategi pembelajran untuk
peserta didik guna mencapai suatu tujuan yang diinginkan.12 Istilah kurikulum
di Indonesia populer dikenalkan oleh pendidik lulusan Amerika pada tahun
1950-an. Dahulu lebih akrab dengan penyebutan rencana pembelajaran. J.Gallen
William M.Alexander, mendefinisikan kurikulum sebagai the sum total of school’s
efforts to influence learning, whether in the classroom, on the playground or
out of school. Segala macam bentuk usaha sekolah untuk mempengaruhi anak anak
belajar, baik itu di ruangan kelas (intra curricular) ataupun di luar ruangan
kelas (ekstrakurikuler) hal tersebut tetap disebut kurikulum.
Sedangkan menurut Hendyat Sutopo dan Wasty Soemanto, merupakan
kegiatan yang bertujuan untuk
menghasilkan alat atau metode baru, dalam kegiatannya alat atau metode tersebut akan terus dievaluasi dan
disempurnakan. Jika setelah dilakukan perbaikan
alat atau metode tersebut dianggap cukup stabil untuk digunakan secara terus menerus maka kegiatan pengembangan akan
berakhir. Pentingnya pengembangan
kurikulum harus tercermin dalam diri masyarakatnya. Melihat kembali perkembangan masyarakat yang terus menerus,
tentunya proses pengembangan kurikulum sangat dibutuhkan untuk mewujudkan
kebutuhan masyarakat tersebut. Kurikulum dikembangkan untuk mendapatkan,
pertama, kejelasan profile lulusan, intisari
pembelajaran (learning outcome). Kedua, kurikulum dikembangkan untuk dapat menghimpun keprofesionalan guru dengan empat
kemampuan; pengaajran, kepribadian, sosial, profesional, dan leadership. Ketiga,
pengembangan kurikulum menekankan pada
AlQur’an Hadis, hal tersebut dapat mengahasilkan kompetensi profesional calon pendidik yang meningkat.
Komentar
Posting Komentar