PEMIKIRAN PENDIDIKAN KONTEMPORER DI INDONESIA (Perguruan Tinggi: Lembaga, Tujuan, Pendidik, Peserta Didik, Kurikulum, Metode, Evaluasi)
PEMIKIRAN PENDIDIKAN KONTEMPORER DI
INDONESIA
(Perguruan Tinggi: Lembaga, Tujuan,
Pendidik, Peserta Didik, Kurikulum, Metode, Evaluasi)
A.
Pemikiran
Pendidikan Kontemporer di Indonesia
Isu-isu kontemporer pendidikan di Indonesia saat ini banyak sekali.
Isu-isu tersebut berkembang begitu cepat dan pesat dengan adanya ICT sekarang
ini. Kontemporer artinya kekinian, modern atau sesuatu yang sama dengan kondisi
waktu yang sama saat ini. Jadi isu kontemporer pendidikan menurut penulis
adalah isu-isu terkait dunia pendidikan yang tidak terikat lagi oleh
aturan-aturan zaman dulu, dan berkembang sesuai zaman sekarang. Salah satu isu
kontemporer pendidikan di Indonesia yaitu "Komersialisasi
Pendidikan". Pemikiran pendidikan Islam kontemporer merupakan suatu sistem
pola pikir yang bertujuan membentuk kepribadian dan menamkan akhlak mulia
sesuai dengan nilai-nilai Islam yang bersumber pada Al Qur'an dan As-Sunnah
yang yang disesuaikan dengan kemajuan ilmu serta teknologi modern.
- 1) Tujuan
Tujuan pendidikan pada dasarnya hanya satu, yaitu memanusiakan
manusia, atau mengangkat harkat dan martabat manusia atau human dignity, yaitu
menjadi khalifah di muka bumi dengan tugas dan tanggung jawab memakmurkan
kehidupan dan memelihara lingkungan. Orientasi pendidikan, sebagaimana yang
dicita-citakan secara nasional, barangkali dalam konteks era sekarang ini
menjadi tidak menentu, atau kabur kehilangan orientasi mengingat adalah
tuntutan pola kehidupan pragmatis dalam masyarakat Indonesia.
- 2) Pendidik
Pendidik dalam perguruan tinggi atau Dosen adalah tenaga pendidik
yang memberikan sejumlah ilmu pengetahuan kepada anak didik di sekolah. Dosen
adalah orang yang berpengalaman dalam bidang profesinya. Dengan keilmuan yang
dimilikinya dia dapat menjadikan anak didik menjadi orang yang cerdas.
- 3) Peserta
Didik
Mahasiswa secara harfiah adalah orang yang belajar di perguruan
tinggi, baik di universitas, institut atau akademi. Mereka yang terdaftar
sebagai murid di perguruan tinggi otomatis dapat disebut sebagai mahasiswa
(Takwin, 2008). Menurut Budiman (2006), mahasiswa adalah orang yang belajar di
sekolah tingkat perguruan tinggi untuk mempersiapkan dirinya bagi suatu
keahlian tingkat sarjana. Sementara itu menurut Daldiyono (2009) mahasiswa
adalah seorang yang sudah lulus dari Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) dan
sedang menempuh pendidikan tinggi.
- 4) Kurikulum
Dr. H. Nana Sudjana Tahun (2005). Kurikulum merupakan niat &
harapan yang dituangkan kedalam bentuk rencana maupun program pendidikan yang
dilaksanakan oleh para pendidik di sekolah. Kurikulum sebagai niat dan rencana,
sedangkan pelaksaannya adalah proses belajar mengajar. Yang terlibat didalam
proses tersebut yaitu pendidik dan peserta didik.
Harsono (2005). Mengungkapkan bahwa kurikulum ialah suatu gagasan
pendidikan yang diekpresikan melalui praktik. Pengertian kurikulum saat ini
semakin berkembang, sehingga yang dimaksud dengan kurikulum itu tidak hanya
sebagai gagasan pendidikan, namun seluruh program pembelajaran yang terencana
dari institusi pendidikan nasional.
5) Metode
Metode pembelajaran didefinisikan sebagai cara yang digunakan guru dalam menjalankan fungsinya dan merupakan alat untuk mencapai tujuan pembelajaran (Uno dan Nudin, 2011:7). Menurut Idris dan Barizi (2009:109) metode pembelajaran merupakan cara guru mengorganisasikan pembelajaran dan cara murid belajar. Metode pembelajaran adalah cara yang digunakan untuk mengimplementasikan rencana yang sudah disusun dalam kegiatan nyata agar tujuan yang telah disusun tercapai secara optimal (Sanjaya, 2016: 147)
- 6) Evaluasi
Menurut Arikunto dan Abdul Jabar (2010:2), evaluasi adalah kegiatan
untuk mengumpulkan informasi tentang bekerjanya sesuatu, yang selanjutnya
informasi tersebut digunakan untuk menentukan alternatif yang tepat dalam
mengambil sebuah keputusan. Selanjutnya Mohammad Ali (2014) mengatakan bahwa
evaluasi merupakan suatu kegiatan yang biasanya dilakukan untuk membuat
penilaian terhadap kelayakan suatu perencanaan, implementasi, dan hasil suatu
program atau kebijakan.
Komentar
Posting Komentar