PEMIKIRAN K.H. AHMAD DAHLAN TENTANG PENDIDIKAN

(Tujuan, Pendidik, Peserta didik, Kurikulum, Metode, Evaluasi)

A.    Pendidik

Pendidik adalah seseorang yang dengan ikhlas berbagi ilmu serta mampu mendidik muridnya agar mampu menjadi lebih baik.

B.     Peserta didik

Menurut K.H. Ahmad Dahlan peserta didik harus mempunyai kecerdasan yaitu intelektual, spiritual, emosional dan sosial. Dengan demikian, proses pendidikan akan mampu menghasilkan calon ulama yang berintelektual.

C.    Tujuan

Pendidikan menurut Ahmad KH. Ahmad Dahlan  bertujuan menciptakan manusia yang:

1)      baik budi, yaitu alim dalam agama;

2)      luas pandangan, yaitu alim dalam ilmu-ilmu umum;

3)      bersedia berjuang untuk kemajuan masyarakat.

Menurut beliau, nilai dasar pendidikan yang perlu ditegakkan dan dilaksanakan untuk membangun bangsa yang besar adalah Pendidikan Akhlak, yaitu sebagai usaha menanamkan karakter manusia yang baik berdasarkan Al Qur’an dan Sunnah. Pendidikan Individu yang utuh, yang berkeseimbangan antara perkembangan mental dan jasmani, keyakinan dan intelek, perasaan dan akal, dunia dan akhirat. Pendidikan Sosial, yaitu sebagai usaha untuk menumbuhkan kesediaan dan keinginan hidup bermasyarakat.

D.    Kurikulum

KH. Ahmad Dahlan tidak puas terhadap sistem dan praktik pendidikan yang ada pada saat itu. Maka dengan mengadopsi substansi dan metodologi pendidikan model Barat yang dipadukan dengan sistem pendidikan model tradisional, KH. Ahmad Dahlan berhasil mensintesiskan keduanya dalam bentuk pendidikan model Muhammadiyah. Konsep kurikulum pendidikan Islam menurut K.H. Ahmad Dahlan, yaitu integralistik antara muatan kurikulum umum dan muatan kurikulum agama.

E.     Metode

Metode pendidikan islam menurut K.H Ahmad Dahlan bercorak konstekual melalui proses penyadaran. Yaitu beliau mau menambah pelajaran selanjutnya apabila para siswa sudah memiliki  kesadaran dan dapat mempraktekkan langsung.

F.     Evaluasi

Evaluasi pendidikan menurut K.H. Ahmad Dahlan lebih ditekankan pada penguasaan sikap (aspek afektif) ketimbang pengetahuan (aspek kognitif). sikap itumeliputi: akhlak terhadap allah swt, akhlak terhadap rasulullah, akhlak terhadapsesama manusia, dan akhlak terhadap lingkungan. evaluasi pendidikan dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu pertama, evaluasi terhadap diri sendiri (sebagai pendidik). kedua, evaluasi kegiatan anak didik. evaluasi dalam kategori 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

HAKIKAT PENDIDIKAN DAN HAKIKAT KURIKULUM PENDIDIKAN

Pemikiran K. H. Hasyim Al-asy’ari Tentang Pendidikan (Pendidik, Peserta Didik, Kurikulum, Tujuan Pendidik, Metode dan Evaluasi)

PEMIKIRAN PENDIDIKAN KONTEMPORER DI INDONESIA (Perguruan Tinggi: Lembaga, Tujuan, Pendidik, Peserta Didik, Kurikulum, Metode, Evaluasi)