HAKIKAT METODE PENDIDIKAN DAN EVALUASI PENDIDIKAN DALAM PERSPEKTIF FILSAFAT PENDIDIKAN ISLAM

 HAKIKAT METODE PENDIDIKAN DAN EVALUASI PENDIDIKAN DALAM PERSPEKTIF FILSAFAT PENDIDIKAN ISLAM

A.           Hakikat metode pendidikan

Dari segi bahasa kata metode berasal dari dua perkataan, yaitu meta dan hodos. Meta berarti “melalui” dan hodos berarti “jalan” atau “cara”. Dengan demikian, dari sudut pandang ini, maka metode dapat dimaknai sebagai jalan atau cara yang harus dilalui untuk mencapai suatu tujuan.

Menurut Al-Rasyidin (2008: 174- 175) dalam bukunya Falsafah Pendidikan Islami bahwa dalam Alquran, terdapat beberapa terma yang sering dimaknai dengan metode, di antaranya thariqah, manhaj, dan washilah. Yang paling dekat artinya dengan metode adalah kata thariqah setidaknya diulang sebanyak 9 kali. Kata ini selalu muncul dalam arti jalan, dalam beberapa konteks yang pertama konteks objek yang dituju. Kedua, dalam konteks sifat jalan yang ditempuh. Ketiga, dalam konteks jalan khusus. Keempat dalam konteks konsekuensi mengikuti suatu jalan. Ke lima dalam arti instrumen.

Metode pendidikan merupakan jembatan yang bisa menghubungkan pendidik dengan peserta didik, seandainya metode ini tidak ada pendidik akan kesulitan dalam menerapkan kurikulum dan tujuan yang ingin dicapainya

Metode pendidikan Islam itu adalah jalan atau cara yang teratur dan terpikir baik yang harus dilalui untuk mencapai tujuan pendidikan Islam. Metode tarbiyatul Islamiyah adalah sarana yang menyampaikan seseorang kepada tujuan penciptaanya sebagi khalifah di muka bumi dengan melaksanakan pendekatan di mana manusia ditempatkan sebagai makhluk yang memiliki potensi rohaniah dan jasmaniah yang keduanya dapat digunakan sebagai saluran penyampaian materi pelajaran.

Adapun untuk pendidikan islam menggunakan metode tersendiri yang biasa digunakan dalam pembelajaran, yaitu:

1.      Menalar al-‘ilm, maka metode yang digunakan diantaranya; metode membaca (Iqra), metode ceramah, metode dialog, metode diskusi, metode musyawarah, metode perdebatan, metode mengajukan pertanyaan, metode perumpamaan, metode perbandingan, metode perenungan, metode analogi, dan sebagainya;

2.      Memahami al-‘ilm, maka metode yang digunakan diantaranya; metode perenungan( tafakur), metode qishah, metode pengulangan, dan sebagainya.

3.      Mensucikan jiwa, maka metode yang digunakan diantaranya; metode pemeliharaan jiwa, metode pensucian jiwa ( tazkiyatul Al-nafs), metode pemberian nasihat (mauizhoh),  metode intropeksi atau evaluasi diri (muhasabah al-nafs), metode pemberian peringatan, metode qishah, dan sebagainnya.

4.      Mendisiplinkan jasmaninya, diantara metode yang dipakai; metode latihan, metode pembiasaan, metode demontrasi, metode pemberian nasihat, metode rihlah, dan sebagainya.

 

B.            Hakikat Evaluasi Pendidikan

Menurut bahasa evaluasi berasal dari bahasa Inggris, “evaluation”, yang berarti penilaian atau penaksiran. (Echols dan Shadily, 1983: 220). Sedangkan menurut pengertian istilah evaluasi merupakan kegiatan yang terencana untuk mengetahui keadaan sesuatu obyek dengan menggunakan intrumen dan hasilnya dibandingkan dengan tolak ukur memperoleh kesimpulan (Thaha, 1996: 1).

Secara rasional filosofis, pendidikan Islam bertugas untuk membentuk alInsan al-Kamil atau manusia paripurna. Karena itu evaluasi pendidikan Islam, hendaknya diarahkan pada dua dimensi, yaitu: dimensi dialektikal horizontal dan dimensi ketundukan vertikal. Tujuan evaluasi pendidikan adalah mengetahui kadar pemahaman anak didik terhadap materi pelajaran, melatih keberanian dan mengajak anak didik untuk mengingat kembali materi yang telah diberikan. Tujuan evaluasi bukan anak didik saja, tetapi bertujuan mengevaluasi pendidik, yaitu sejauh mana pendidik bersungguh-sungguh dalam menjalankan tugasnya untuk mencapai tujuan pendidikan Islam.

Term atau istilah evaluasi dalam wacana pendidikan Islam tidak diperoleh padanan katanya yang pasti, tetapi terdapat term atau istilah-istilah tertentu yang mengarah pada makna evaluasi. Term-term tersebut adalah:

1.      Al-Hisab, memiliki makna mengitung, menafsirkan dan mengira

2.      Al-Bala’, memiliki makna cobaan dan ujian.

3.      Al-Imtihan, berarti ujian.

4.      Al-Ikhtibar, memiliki makna ujian atau cobaan/al-bala’. Orang Arab sering menggunakan kata ujian atau bala’ dengan sebutan ikhtibar. Bahkan di lembaga pendidikan bahasa Arab menggunakan istilah evaluasi dengan istilah ikhtibar.

Jadi, dapat disimpulkan menurut penulis bahwasanya evaluasi pendidikan adalah kegiatan pengukuran pencapaian keberhasilan pembelajaran dalam institusi pendidikan guna menjamin tercapainya tujuan pendidikan yang diinginkan. Sedangkan evaluasi pendidikan islam adalah pengukuran pencapaian tujuan pendidikan islam yang diharapakan guna menjamin terbentuknya insanul kamil melalui penilaian intelektual, keahlian terlebih adab yang dimiliki.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

HAKIKAT PENDIDIKAN DAN HAKIKAT KURIKULUM PENDIDIKAN

Pemikiran K. H. Hasyim Al-asy’ari Tentang Pendidikan (Pendidik, Peserta Didik, Kurikulum, Tujuan Pendidik, Metode dan Evaluasi)

PEMIKIRAN PENDIDIKAN KONTEMPORER DI INDONESIA (Perguruan Tinggi: Lembaga, Tujuan, Pendidik, Peserta Didik, Kurikulum, Metode, Evaluasi)