WACANA FILOSOFI TENTANG KOMPONEN-KOMPONEN PENDIDIKAN ISLAM (RESUME KE-4)

 

Nama   : Natasya Fhonna

Nim     : 202021029

Unit     : 1 PAI/Semester 4

Mk       : Filsafat Pendidikan

 

WACANA FILOSOFI TENTANG KOMPONEN-KOMPONEN PENDIDIKAN ISLAM

(Resume ke-4)

 

a.      Hakikat Tujuan Pendidikan

Bila pendidikan kita pandang sebagai suatu proses, maka proses tersebut akan berakhir pada tercapainya tujuan akhir pendidikan. suatu tujuan yang hendak dicapai oleh pendidikan pada hakikatnya suatu perwujudan dari nilai-nilai ideal yang dibentuk dalam pribadi manusia yang diinginkan.

Nilai-nilai itu mempengaruhi dan mewarnai pola kepribadian manusia, sehingga menggejala dalam perilaku lahiriahnya. Dengan kata lain perilaku lahiriah adalah cermin yang memproyeksikan nilai-nilai ideal yang telah mengacu di dalam jiwa manusia sebagai produk dari proses kependidikan.

Jika kita berbicara tentang tujuan pendidikan Islam, berarti berbicara tentang nilai-nilai ideal yang bercorak Islam. Hal ini mengandung makna bahwa tujuan pendidikan Islam tidak lain adalah tujuan yang merealisasi idealitas Islami. Sedangkan idealitas Islam itu sendiri pada hakikatnya adalah mengandung nilai perilaku manusia yang didasari atau dijiwai oleh iman dan taqwa kepada Allah sebagai sumber kekuasaan mutlak yang harus ditaati.

Pendidikan dalam arti Islam adalah sesuatu yang khusus yang hanya untuk manusia. Pernyataan ini mengindikasikan bahwa pendidikan Islam secara filosofis seyogyanya memiliki konsepsi yang jelas dan tegas mengenai manusia. Kalau pendidikan dalam Islam hanya untuk manusia, manusia yang bagaimana yang dikehendaki pendidikan Islam? Marimba menyebutkan bahwa manusia yang dikehendaki oleh pendidikan Islam adalah manusia yang berkepribadian Muslim.

Menurut John Dewey, tujuan pendidikan dapat diklasifikasikan dalam dua kategori, yaitu Means dan ends.    Means merupakan tujuan “antara”, sedangkan ends adalah tujuan “akhir”. Dengan kedua kategori ini, tujuan pendidikan harus memiliki tiga kriteria diantaranya adalah:

a)      a) Tujuan harus dapat menciptakan perkembangan yang lebih baik daripada kondisi yang sudah ada;

b)    b)   Tujuan harus fleksibel yang dapat disesuaikan dengan keadaan;

c)     c)  Tujuan itu harus memiliki kebebasan aktivitas.

Omar Mohammad Al-Toumy al-Syaibany mencoba memperjelas tujuan “antara” dalam pendidikan Islam ini dengan membaginya dalam tiga jenis, yaitu:

a)      Tujuan Individual

Yaitu tujuan yang berkaitan dengan kepribadian individu dan pelajaran-pelajaran yang dipelajarinya.

b)      Tujuan Sosial

Yaitu tujuan yang berkaitan dengan kehidupan sosial anak didik secara keseluruhan.

c)      Tujuan Profesional

Yaitu tujuan yang berkaitan dengan kepribadian sebagai ilmu, sebagai seni, sebagai profesi dan sebagai sesuatu akibat diantara aktivitas-aktivitas yang ada didalam Masyarakat.

 

 

b.      Hakikat Pendidikan

1.      1Pengertian Pendidikan Secara Umum

Allah telah mendidik dan mengarahkan pertumbuhan dan perkembangan alam, tersirat pengertian yang menyatakan bahwa manusia agar tetap memelihara kesucian asma (pelajaran yang di ajarkan) Tuhan pendidik yang maha tinggi. Tuhan telah menciptakan (alam dan manusia), kemudian menyempurnakan proses penciptaanya. Tuhan telah memberikan batasan (menetapkan aturan-aturan, takaran, ukuran dan sebagainya di alam) dan kemudian memberi pertunjuk terhadap proses penyempurnaan ciptaan tersebut.

Jadi dalam pendidikan filsafat Islam, berarti mengembangkan potensi manusiawi dibawah pengaruh hukum-hukum Allah, baik Al-Quran maupun Sunnahtullah, dan hal ini akan menghasilkan kebudayaan, yang terus menerus berkembang. Setiap generasi tua mewariskan kebudayaan pada generasi mudanya dan mengarahkannya agar kebudayaan tersebut berkembang. Dalam tujuan secara umum pendidikan Islam membentuk pribadi bahagia di dunia dan akhirat. Isi pendidikannya mencakup ilmu pengetahuan, kesenian dan segala hal yang mampu mengerakan perkembangan manusia.

2.      2Pengertian Pendidikan Islam

Istilah pendidikan dalam pendidikan Islam pada umumnya mengacu pada AlTarbiyah, Al-Ta'dib, Al-Ta'lim. Dari ketiga istilah tersebut yang populer di gunakan dalam praktek pendidikan Islam ialah Al-Tarbiyah, sedangkan Al-Ta'lim dan Al-Ta'dib jarang sekali digunakan. Padahal kedua istilah tersebut telah digunakan sejak awal pertumbuhan pendidikan Islam.  Istilah Al-Tarbiyah berasal dari kata Rab. Walaupun kata ini memiliki banyak arti, akan tetapi pengertian dasarnya menunjukkan makna tumbuh, berkembang, memelihara, merawat, mengatur dan menjaga kelestarian atau ekstiensinnya.

Proses pendidikan Islam adalah bersumber pada pendidikan yang di berikan Allah sebagai "pendidik" seluruh ciptaan Nya, termasuk manusia. Pengertian pendidikan Islam yang dikandungkan dalam Al-Tarbiyah, terdiri dari empat unsur pendekatan, yaitu:

a) Memelihara dan menjaga fitrah anak didik menjelang dewasa (baligh)

b) Mengembangkan seluruh potensi menuju kesempurnaan.

c) Mengarahkan seluruh fitrah menuju kesempurnaan.

d)  Melaksanakan pendidikan secara bertahap.

Istilah Al-Ta'lim adalah telah digunakan sejak periode awal pelaksanaan pendidikan Islam. Menurut para ahli, kata ini lebih bersifat universal di banding AlTarbiyah mupun Al-Ta'dib. Misalnya mengartikan Al-Ta`lim sebagai proses transmisi berbagai ilmu pengetahuan pada jiwa individu tanpa adanya batasan dan  ketentuan tertentu. melainkan membawa kaum muslimin kepada nilai pendidikan tazkiyah dan annafs (pensucian diri) dari segala kotoran, sehingga memungkinkannya menerima alhikmah serta mempelajari segala yang bermanfaat untuk diketahui.

Istilah Al-Ta'dib adalah pengenalan dan pengakuan yang secara berangsurangsur di tanamkan pada diri manusia (peserta didik) tentang tempat-tempat yang tepat dari segala sesuatu di dalam tatanan penciptaan. Dengan pendekatan ini, pendidikan akan berfungsi sebagai pembimbing kearah pengenalan dan pengakuan kepada Tuhan yang tepat dalam tatanan wujud dan kepribadiannya. Dalam kata Al-Tarbiyah yang memiliki arti pengasuh, pemeliharaan, dan kasih sayang tidak hanya digunakan untuk manusia, akan tetapi juga digunakan untuk melatih dan memelihara binatang atau makhluk Allah lainnya. Di antara batasan yang sangat variatif tersebut adalah;

a)  Mengemukakan bahwa pendidikan Islam adalah proses mengubah tingkah laku individu peserta didik pada kehidupan pribadi, masyarakat, dan alam sekitarnya.

b) Mendefinisikan pendidikan Islam sebagai upaya mengembangkan, mendorong serta mengajak peserta didik hidup lebih dinamis dengan berdasarkan nilai-nilai yang tinggi dan kehidupan yang mulia.

c)      Mengemukakan bahwa pendidikan Islam adalah bimbingan atau pimpinan secara sadar oleh pendidikan terhadap perkembangan jasmani dan rohani peserta didik menuju terbentuknya kepribadiannya yang utama (insan kamil).

d)     Mendefinisikan pendidikan Islam sebagai bimbingan yang diberikan oleh seseorang agar ia berkembang secara maksimal sesuai dengan ajaran Islam.

3.      3Dasar dan Tujuan Pendidikan Islam

Sebagai aktivitas yang bergerak dalam proses pembinaan kepribadian muslim, maka pendidikan Islam memerlukan asas atau dasar yang dijadikan landasan kerja. Dengan dasar ini akan memberikan arah bagi pelaksanaan pendidikan yang telah diprogramkan. Dalam kontek ini, dasar yang menjadi acuan pendidikan Islam hendaknya merupakan sumber nilai kebenaran dan kekuatan yang dapat menghantarkan peserta didik ke arah pencapaian pendidikan. Oleh karena itu, dasar yang terpenting dari pendidikan Islam adalah Al-Qur'an dan sunnah Rasulullah (hadits).

Dalam pendidikan Islam, sunnah Rasul mempunyai dua fungsi, yaitu: Menjelaskan sistem pendidikan Islam yang terdapat dalam Al-Qur'an dan menjelaskan hal-hal yang tidak terdapat di dalamnya. Menyimpulkan metode pendidikan dari kehidupan Rasulullah bersama sahabat, perlakuannya terhadap anak-anak, dan pendidikan keimanan yang pernah. Dalam merumuskan tujuan pendidikan Islam, paling tidak ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, yaitu:

a)      Tujuan dan tugas manusia di muka bumi. baik secara vertikal maupun horizontal. Sifat-sifat manusia tututan masyarakat dan dinamika peradaban.

b)      Dimensi-dimensi kehidupan ideal Islam.

Adapun tujuan pendidikan Islam adalah mengembangkan fitrah peserta didik, baik ruh, fisik, kemauan, dan akalnya secara dinamis, sehingga akan terbentuk pribadi yang utuh dan mendukung bagi pelaksanaan fungsinya sebagai khalifah fi al-ardh. Pendekatan tujuan ini merupakan memiliki makna, bahwa upaya pendidikan Islam adalah pembinaan pribadi muslim sejati yang mengabdi dan merealisasikan " kehendak " Tuhan sesuai dengan syariat Islam. serta mengisi tugas kehidupannya di dunia dan menjadikan kehidupan akhirat sebagai tujuan utama pendidikannya. Tujuan pendidikan Islam adalah untuk mencapai keseimbangan pertumbuhan kepribadian manusia (peserta didik) secara menyeluruh dan seimbang yang dilakukan melalui latihan jiwa, akal pikiran (intelektual), diri manusia yang rasional; perasaan dan indera. Karena itu, pendidikan hendaknya mencakup pengembangan seluruh aspek fitrah peserta didik; aspek spiritual, intelektual, imajinasi, fisik, ilmiah, dan bahasa, baik secara individual maupun kolektif; dan mendorong semua aspek tersebut berkembang kearah kebaikan dan kesempurnaan. Tujuan terakhir pendidikan muslim terletak pada perwujudan ketundukan yang sempurna kepada Allah, baik secara pribadi, komunitas, maupun seluruh umat manusia.

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

HAKIKAT PENDIDIKAN DAN HAKIKAT KURIKULUM PENDIDIKAN

Pemikiran K. H. Hasyim Al-asy’ari Tentang Pendidikan (Pendidik, Peserta Didik, Kurikulum, Tujuan Pendidik, Metode dan Evaluasi)

PEMIKIRAN PENDIDIKAN KONTEMPORER DI INDONESIA (Perguruan Tinggi: Lembaga, Tujuan, Pendidik, Peserta Didik, Kurikulum, Metode, Evaluasi)