Alam Dalam Tinjauan Filsafat

Nama: Natasya Fhonna

Nim: 202021029

Unit: 1 PAI/Semester 4

MK: Filsafat Pendidikan  

Alam Dalam Tinjauan Filsafat

Resume ke-3

A.    Hakekat Alam

Menurut Abu Al-‘Ainanin menyebut alam semesta dalam filsafat dengan istilah al-kaun yang berarti segala sesuatu yang diciptakan Allah, yang mencakup nama segala jenis makhluk, baik yang dapat dihitung maupun yang dapat dideskripsikan saja. Al-kaun sebagai makhluk Allah dapat dibagi menjadi dua kategori, ‘alam al-syahadah (yang dapat dikenali indera seperti langit dan bumi), dan alam ghaib ( hanya dapat dikenali melalui wahyu ilahi, seperti alam malaikat dan jin).

B.     Kedudukan Alam

Allah sebagai pencipta, pemilik kasih dan sayang untuk segenap makhluk- Nya alam ini sebagai bukti dari kasih sayang Allah untuk manusia. Karna alam semesta diciptakan untuk manusia, maka Allah telah menundukkan bagi mereka untuk kepentingan manusia. Allah menundukan apa yang ada dilangit dan bumi.Dialah yang memudahkan alam ini bagi manusia dan menjadikannya sebagai tempat tinggal yang enak untuk didiami.

Agar manusia mudah memahami alam semesta, maka Allah menciptakan ukuran atau ketentuan yang pasti ( sunnah Allah). Pada alam semesta, sehingga ia bersifat fredichtable. Kemudian, agar manusia mudah memahami dan berinteraksi dengan alam semesta ini, maka Allah menciptakan dengan derajat yang lebih rendah dibanding manusia. Untuk itu, manusia tidak boleh tunduk kepada alam semesta, tetapi harus tunduk kepada Allah, Tuhan yang telah menciptakan dan menundukan alam ini buat mereka.Meskipun alam semesta ini diciptakan untuk manusia, namun bukan berarti manusia dapat berbuat sekendak hati didalamnya. Hal ini bermakna bahwa kekuasaan manusia pada alam semesta ini bersifat terbatas. Manusia hanya boleh mengolah dan memanfaatkan alam semesta ini sesuai dengan iradah atau keinginan. Tuhan yang telah mengamanahkan alam semesta ini kepada manusia. Memang, sebagai khalifah Allah telah memberikan mandat kepada manusia untuk mengatur  bumi dan segala isinya. Demikianpun, kekuasaan seorang khalifah tidaklah bersifat mutlak, sebab kekuasaannya dibatasi oleh pemberi amanah kekhalifahan itu, yakni Allah.

Dalam persepektif pendidikan Islam, alam adalah guru manusia. Kita semua wajib belajar dari sikap alam semesta yang tunduk mutlak pada hukum-hukum yang telah ditetapkan Allah. Tidak terbayangkan oleh kita semua manakala alam berprilaku diluar hukum-hukum Allah, alam melanggar sunahnya. misalnya Gunung meletus menyemburkan api, matahari terbit dan turun ke bumi, bintang-bintang berjatuhan, pohon-pohon tumbang, lautan meluap, ombak menghantam, terjadi badai, dan bumi berhenti berputar. Pelajaran apa yang dapat diambil dari kejadiandemikian ? Demikian pula, manusia yang tidak mau belajar dari konsistensi kehidupan alam, sifatnya berubah bagaikan binatang, saling menipu dan lain lain. Rusaknya kehidupan alam disebabkan oleh prilaku manusia yang tidak mau belajar dari alam semesta. Alam semesta ini dapat dijadikan guru yang bijaksana. Belajar dari alam semesta adalah tujuan hidup manusia dan secara filosofis, dimana kedudukan alam semesta bagaikan guru dengan muridnya.Jadi, dapat disimpulkan bahwa kedudukan alam semesta dalam perspektif filsafat pendidikan islam adalah sebagai guru yang mengajar kepada manusia untuk  bertindak sesuai dengan hukum yang telah digariskan Tuhan.

C.    Hubungan Filsafat Pendidikan Islam dengan Alam

1.      Hubungan Filsafat Pendidikan Islam dengan Alam yaitu sebagai berikut:

 

a)      Pertama, seacara umum menjadi dasar bagi penyususnan konsep pendidikan yang berbasis alam semesta, yakni pendidikan yang dalam smua aspeknya: visi, misi, tujuan, kurikulum, proses belajar, prose belajar mengajar, lingkugan, dan lainnya memerhatikan kondisi alam lingkungan di mana pendidikan tersebut diadakan.

b        Kedua, visi pendidikan yang berbasis pandangan tentang alam, adalah menjadikan pendidkan sebagai sarana yang unggul, terdepan dan strategis dalam memberikan kemampuan pada masyarakat dalam memberdayakan segenap potensi alam secara cerdas, cermat, bijaksana dan amanah.

c)      Ketiga, misi pendidikan yang berbasis alam adalah

1.      Memperkenalkan alam semesta.

2.      Memberikan kemampuan dan keterampian mengola alam secara bijaksana.

3.      Memberikan kemampuan dan keterampilan dalam memelihara dan melestarikan alam.

4.      Memberikan pemahan yang mendalam berdasarkan petinjuk Al-Qur’an dan al-Sunah yang menunjukan bahwa alam sebagai ciptaan Allah Swt.

d)     Keempat, tujuan pendidikan yang berbasis alam adalah melahirkan peserta didik yang memiliki wawasan, keterampilan dan tanggung jawab dalam mengelola alam semesta, serta menggunakannya untuk kemaslahatan bersama.

       Kelima, kurikulum yang berbasis alam adalah kurikulum yang dalam seluruh komponen yang terdapat dalam strukturnya, tujuan, mata pelajaran, proses belajar mengajar, bahan ajar, dan evaluasinya dirancang berdasarkan pemahaman yang komperhensif, integrated, mendalam, dan holistik tentang alam semesta.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

HAKIKAT PENDIDIKAN DAN HAKIKAT KURIKULUM PENDIDIKAN

Pemikiran K. H. Hasyim Al-asy’ari Tentang Pendidikan (Pendidik, Peserta Didik, Kurikulum, Tujuan Pendidik, Metode dan Evaluasi)

PEMIKIRAN PENDIDIKAN KONTEMPORER DI INDONESIA (Perguruan Tinggi: Lembaga, Tujuan, Pendidik, Peserta Didik, Kurikulum, Metode, Evaluasi)