Manusia Dalam Tinjauan Filsafat Pendidikan Islam

 

Manusia Dalam Tinjauan Filsafat Pendidikan Islam

Resume ke-3

 

A.    Hakikat Manusia.

Konsep tentang hakikat manusia merupakan pemikiran fundamental Gus Dur dalam memberikan “Presiasi luas terhadap segala hal, baik dalam kehidupan manusia dan dalam memberikan perhatian pada kesejahtraan setiap individu. Tampaknya Gus Dur memang benar-benar memposisikan manusia pada tempat yang sebenarnya. Menurutnya, manusia adalah satu-satunya makhluk yang mempunyai kesempurnaan keadaan yang paling tinggi dalam setiap ciptaan Tuhan. Ia adalah makhluk yang dilengkapi akal, perasaan dan keterampilan untuk mengembangkan diri. Segala kelengkapan itu tidak dimiliki makhluk lainnya.

Untuk menjadi manusia yang seutuhnya, manusia harus memberikan ruang gerak yang cukup bagi dirinya sendiri di luar dan di dalam dirinya sendiri. Maka dari itu dimensi-dimensi tersebut harus dilindungi demi lahirnya kebebasan dimensi-dimensi manusia dalam rangka perkembangan hidup manusia yang optimal. Kebebasan tersebut menjadikan manusia dapat mengembangkan pemikiran dan kepribadiannya tanpa intervensi dari luar baginya.  

B.     Potensi Manusia.

Menurut KBBI Potensi juga berarti kemampuan yang mungkin untuk dikembangkan berupa kekuatan, kesanggupan atau daya. Potensi adalah kualitas memiliki daya, kemampuan untuk menjalanlkan daya dan untuk bertindak, kesanggupan atau kemampuan untuk menjadi sesuatu yang mempunyai jenis tertentu. Potensi juga dimaknai sebagai jalan mengada/mewujudkan atau sesuatu yang memungkinkan terjadi. Potensi dalam hubungannya dengan aksi bisa dipahami sebagai sesuatu yang menyebabkan terjadinya aksi (tindakan) dan menyebabkan terjadinya perubahan.

Potensi/fitrah yang diberikan Tuhan kepada manusia dilengkapi dengan alat-alat potensial manusia yang harus diaktualkan dan atau ditumbuh kembangkan dalam kehidupan nyata di dunia ini melalui proses pendidikan, untuk selanjutnya di pertanggung jawabkan di hadapan-Nya kelak di akhirat. Di antara alat-alat potensial tersebut adalah:

1)      Alat peradaban dan alat penciuman (al-lams dan al-syum);

2)      Alat pendengaran (al-sam’u);

3)      Penglihatan (al-abshar);

4)      Akal atau daya pikir (al-aql);

5)      Hati (al-qalb).

 

C.    Hubungan Filsafat Pendidikan Islam dengan Pengembangan Potensi Manusia.

Pendidikan adalah usaha sadar, terencana, sistematis dan berkelanjutan untuk mengembangkan potensi-potensi bawaan manusia, dan merupakan bagian dari suatu proses yang diharapkan untuk mencapai suatu tujuan. Melihat pengertian di atas dapat disimpulkan, bahwa hubungan pendidikan dan manusia itu sangat erat. Adanya pendidikan untuk mengembangkan potensi manusia, menuju manusia yang lebih baik.

Manusia merupakan subjek pendidikan, tetapi juga sekaligus menjadi objek pendidikan itu sendiri. Pedagogic tanpa ilmu jiwa, sama dengan praktek tanpa teori. Pendidikan tanpa mengerti manusia, berarti membina sesuatu tanpa mengerti untuk apa, bagaimana dan mengapa manusia dididik. Tanpa mengerti sifat manusia, baik sifat individual-individualitasnya yang unik, maupun potensi-potensi yang justru akan dibina. Pendidikan akan salah arah bahkan tanpa pengertian yang baik, pendidikan akan merusak moral, kodrat manusia, apabila digunakan secara negative.

Jadi, hubungan antara filsafat, manusia dan pendidikansecara singkat adalah filsafat digunakan untuk mencari hakekat manusia, sehingga diketahui apa saja yang ada dalam diri manusia. Hasil kajian dalam filsafat tersebut oleh pendidikan dikembangkan dan dijadikannya (potensi) nyata berdasarkan esensi keberadaan manusia.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

HAKIKAT PENDIDIKAN DAN HAKIKAT KURIKULUM PENDIDIKAN

Pemikiran K. H. Hasyim Al-asy’ari Tentang Pendidikan (Pendidik, Peserta Didik, Kurikulum, Tujuan Pendidik, Metode dan Evaluasi)

PEMIKIRAN PENDIDIKAN KONTEMPORER DI INDONESIA (Perguruan Tinggi: Lembaga, Tujuan, Pendidik, Peserta Didik, Kurikulum, Metode, Evaluasi)